Ratusan Mahasiswa Mulai Turun ke Desa untuk Program Pendampingan
Sebanyak 120 mahasiswa dari lima perguruan tinggi mitra resmi diterjunkan ke desa-desa target program Kakak Tangguh di wilayah Kabupaten Lamongan, Bojonegoro, dan Tuban. Para mahasiswa ini akan melaksanakan program pendampingan selama satu semester penuh yang dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS) melalui program magang terstruktur.
Sebelum diterjunkan, seluruh mahasiswa telah mengikuti pembekalan selama dua minggu yang mencakup materi tentang metodologi pendampingan masyarakat, etika penelitian lapangan, manajemen proyek sosial, dan sistem monitoring dan evaluasi berbasis aplikasi.
"Ini pengalaman yang sangat berharga. Saya tidak hanya belajar tentang teori di kelas, tapi langsung mempraktikkannya untuk membantu masyarakat. Program ini membuka mata saya tentang kompleksitas persoalan di desa," cerita Anisa Rahmawati, mahasiswi Universitas Bojonegoro yang bertugas di Desa Banjargondang.
Setiap mahasiswa diwajibkan mengisi logbook harian melalui platform Kakak Tangguh yang akan direview oleh dosen pembimbing dan LPPM masing-masing kampus. Sistem ini memastikan akuntabilitas dan kualitas pendampingan.